Ini Perbedaan Investasi dan Tabungan



Hai teman teman semuanya, Sekarang ini, investasi sudah bukan hal tabu lagi bagi masyarakat Indonesia. Sudah banyak orang yang melakukan investasi untuk masa depan mereka. Sebagian besar masyarakat masih beranggapan bahwa investasi dan tabungan merupakan dua hal yang sama. Tapi, tahukah Anda bahwa investasi dan tabungan merupakan dua hal yang berbeda? Fungsi dan tujuannya pun berbeda. Lalu, apa ya perbedaannya?

Perbedaan Investasi dan Tabungan
Pengertian Investasi

Investasi adalah langkah menanamkan modal dengan harapan akan mendapat manfaat lebih di masa depan. Investasi ini bertujuan untuk kepentingan jangka panjang, jadi tidak bisa digunakan untuk kepentingan mendadak. Investasi banyak macamnya, dari mulai yang high risk hingga low risk, diantaranya properti, saham, emas batangan, reksa dana dan lainnya.
Contohnya investasi properti. Meskipun memiliki risiko yang lumayan tinggi, investasi properti memiliki pertambahan nilai aset lebih cepat. Dalam jangka waktu 2 tahun saja keuntungan lebih dari 20%.

Pengertian Tabungan

Tabungan adalah proses penyimpanan sebagian dari pendapatan untuk kepentingan masa depan atau keperluan tertentu. Walaupun pada praktiknya, tabungan juga bisa menjadi aset yang akan terus bertambah jumlahnya meski lebih lambat daripada investasi (tabungan yang berbunga).
Tabungan sendiri umumnya merupakan sebuah produk dari bank tertentu. Terbagi dalam beberapa jenis, diantaranya yang paling umum adalah tabungan jangka pendek yang berfungsi untuk berjaga-jaga, tabungan untuk menambah nilai aset, ataupun tabungan yang minim risiko.
Persyaratannya pun cukup mudah, Anda cukup membuka rekening tabungan dengan setoran dana awal yang relatif kecil.

Lalu, lebih menguntungkan investasi atau tabungan?
Sebenarnya, keduanya sama-sama menguntungkan. Tabungan bisa Anda jadikan sebagai dana darurat ketika dibutuhkan. Namun perlu Anda tahu, jika jumlah saldo tabungan terbatas, nilai saldo bisa berkurang karena tergerus potongan biaya admin dan pajak. Sedangkan untuk jangka panjang, Anda bisa investasi properti untuk mendapat keuntungan yang lebih besar. Semua tergantung kebutuhan Anda!
Nah, hal inilah yang sering kali membuat orang salah mengerti perbedaan investasi dan tabungan. Pasalnya, keduanya memang berfungsi untuk menjaga atau melipatgandakan aset yang Anda miliki. Hanya penerapannya saja yang berbeda. Akan tetapi, jika Anda sudah memiliki tabungan dan masih bisa menyisihkan gaji, ada baiknya untuk berinvestasi.

#1 Kemudahan dalam Mengakses
Dengan menabung, kita dapat mengakses kapanpun dan dimanapun. Ketika kita membutuhkan dana darurat, kita dapat mengambil uang kita melalui ATM, namun tentu ada batasan jumlah yang dapat diambil atau dicairkan sesuai dengan prosedur yang berlaku dan ada perbedaan antar bank satu dengan lainnya.
Berbeda dengan investasi, saat Anda menginvestasikan sejumlah uang Anda, maka Anda harus tidak dapat mengakses hasil investasi Anda sewaktu-waktu karena ada ketentuan periode pengambilan hasil investasi.
#2 Risiko dan Bunga/Interest
Berbicara mengenai risiko, menabung bisa dikatakan memiliki risiko yang sangat kecil karena sistem keamanan yang sudah cukup canggih dan tentu saja terpercaya. Namun apabila bank dimana kita menabung mengalami pencurian, maka kita tidak perlu khawatir karena pihak bank pasti akan bertanggung jawab akan uang tabungan kita. Disamping itu, kita hanya membayar biaya administrasi bulanan sesuai produk tabungan yang kita ambil dan besaran biaya administrasi tiap bank pun berbeda. Setiap nasabah dari bank tertentu juga pasti akan menikmati interest atau bunga tabungan tahunan yang ditambahkan pada rekening mereka masing-masing, namun jumlah yang diberikan tentu saja tidak terlalu besar.
Dalam investasi, keuntungan yang ditawarkan oleh investasi jauh lebih besar daripada bunga tabungan. Modal yang ditanamkan dalam investasi tertentu akan terus bertambah nilainya dari waktu ke waktu sehingga kantong kekayaan kita akan semakin bertambah. Mengenai investasi, oleh karena imbalan hasilnya pun ada kemungkinan lebih besar, maka risiko akan kehilangan pun besar. Dalam dunia investasi, risiko dan imbalan memang berbanding lurus. Semakin tinggi imbalan hasil yang diperoleh maka semakin besar juga risiko yang akan ditanggung (high risk – high return). Bahkan ada kemungkinan juga dana investasi yang disetorkan akan hilang total karena kekalahan dengan investor lain, misalnya investasi dalam bentuk saham.

#3 Bentuk/Produk
Produk tabungan pada umumnya berupa uang yang disimpan di bank sebagai tabungan atau deposito, sedangkan dalam investasi terdapat beberapa bentuk, namun pada umumnya ada 2 yaitu investasi melalui aset riil yang dapat kita lihat bentuk fisiknya seperti emas (logam mulia, rumah dan tanah (properti) dan ada juga investasi dalam bentuk keuangan yang dilakukan melalui berbagai produk pasar modal seperti reksa dana, saham dan obligasi.

#4 Fungsi
Apabila kita ingin memiliki alokasi dana cadangan, tabungan dapat kita fungsikan sebagai dana cadangan atau dana darurat yang dapat kita gunakan sewaktu-waktu. Sedangkan investasi pada dasarnya memiliki fungsi sebagai pemenuhan kebutuhan jangka panjang dari hasil pengembangan aset yang kita miliki. Biasanya para investor melakukan investasi untuk mempersiapkan dana hari tua mereka atau biaya pendidikan anak atau cucu mereka di masa mendatang.

Kelemahan Menabung
Keuntungan dari bunga yang didapat dari menabung terbilang kecil walaupun keamanan dari simpanan uang kita dijamin oleh bank yang bersangkutan. Hal ini dikarenakan uang yang kita simpan di dalam tabungan tidak bertumbuh nilainya sehingga yang kita dapat hanya sebatas bunga tahunan yang bahkan besarannya mungkin hanya dapat membayar biaya administrasi bulanan, belum lagi tergerus oleh kenaikan inflasi tahunan, maka nilai dari uang kita sebetulnya semakin menurun.
Selain itu, walaupun kita dapat mengambil uang kita sewaktu-waktu, besaran uang yang kita ambil ada batasannya, contohnya ketika mengambil uang di mesin ATM, maksimal uang yang dapat kita tarik sekitar Rp5-10 juta saja.
Kelemahan Investasi
High risk – high return, risiko sebanding dengan keuntungan. Oleh sebab itu, perluskill berinvestasi yang matang mengingat risiko dari kerugiannya yang besar. Untuk jenis investasi saham, ada risiko yang ditanggung apabila perusahaan yang tempat kita menginvestasikan modal kita mengalami kebangkrutan. Perlu pengetahuan khusus juga dalam bermain saham
Investasi dalam bentuk properti tentu saja memerlukan modal yang besar dan bukan perkara yang mudah dan cepat juga dalam menjual aset berupa tanah dan properti mengingat properti bukanlah jenis aset yang likuid yang dapat dijual sewaktu-waktu.


Komentar